Postingan

FEATURE Tentang Tradisi Sedekah Bumi di Lamongan

Gambar
  “Syiar Islam Menggema dalam Tradisi Sedekah Bumi di Desa Karangwungu” Oleh: Mauidhotul Husniyah Adanya pandemi Covid-19, menyebabkan saya tetap di rumah dan memberikan peluang untuk saya mengikuti acara sedekah bumi pada tanggal 28 Oktober 2020. Apa sih sedekah bumi itu? Apakah sedekah bumi itu tentang ritual tumbal? Sedekah Bumi merupakan momen ziarah kubur di makam sesepuh, sekaligus sebagai bentuk rasa syukur masyarakat Desa Karangwungu atas hasil panen yang sudah di dapat selama setahun. Di desa Karangwungu sendiri, sedekah bumi diadakan di sepetak tanah luas yang berumput hijau. Momen sedekah bumi tersebut merupakan salah satu usaha masyarakat Desa Karangwungu untuk selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, sebagimana dalam Firman Allah, “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.” (QS. Al-Baqarah: 157) . Di atas tanah yang luas

Artikel Corona Covid-19 - Media Sosial Sebagai Racun dan Obat Masyarakat Digital

  Media Sosial Sebagai Racun dan Obat Masyarakat Digital by: Mauidhotul Husniyah Penyakit virus corona (COVID-19) merupakan penyakit menular disebabkan oleh virus corona yang baru ditemukan dan dikenal sebagai sindrom pernapasan akut parah virus corona 2 (SARS-CoV-2). Pada Desember 2019, kasus pertama kali COVID-19 diidentifikasi di kota Wuhan, Cina. Virus ini merupakan keluarga besar virus yang biasanya terdapat pada hewan, dan dapat menyebabkan penyakit pada hewan dan manusia. Pada manusia, beberapa virus corona diketahui telah menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS)dan Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS). Virus corona yang baru ditemukan telah menyebabkan penyakit virus corona Covid-19 (WHO,2020). Virus corona Covid-19 ini bisa menyebar ketika seseorang yang menderita Covid-19 batuk atau mengembuskan napas, dan mereka melapaskan percikan cairan yang terinfeksi. Dari kota Wuhan, kemudian vir

Artikel Bahasa Inggris - “The advance of technology makes people more individualist” Reach Achievements In The Virtual World: Living For Yourself - Hidup di Era Digital

“The advance of technology makes people more individualist” Reach Achievements In The Virtual World: Living For Yourself   Technology can’t be separated from human's life. Everything that facilitates human survival can be called technology. Advancement of technology, which was originally to facilitate human, and the current affairs it increasingly becomes easy, then arises "loneliness'' and new alienation, namely the degadration of solidarity, togetherness, and silaturrahmi. Especially in the modern era, all the things have become technology. And what human use mostly is a device or gadget. Almost all people in the world, use a technology called this gadget, both children, adolescents, and adults grow old. All circles, set the gadget as their loyal friend, maybe even can not live without the gadget. Since the beginning of the 19th century, the community began to carry out some activities that are privacy. In historical films which are related with education, I

OPINION “The Impact of Technology or Digital Era for Interact People” atau Opini Pengaruh Teknologi terhadap Interaksi Individu-individu

  OPINION by Mauidhotul Husniyah “ The I mpact o f Technology o r Digital Era for Interact People”                Technology is things that make it easy for humans. And now, technology is developing so fast. Technology eliminates "opportunity" and also creates it. With technology, humans feel their lives are easier and more efficient. Technology facilitates people to be more practical in communicating, learning, and getting a mate . However, with the emergence of technologies also have adverse effects and sometimes not realized. Because technology does affect us, both in our mindsets and behavior. Not infrequently, online communication, lead to misunderstanding or misperception, and eventually the relationship becomes gap . Humans feel they have a relationship with the outside world, even though it is only "virtual", closer to the far and far away, or commonly called virtual distance.                Before technology develops so rapidly, when someone wants to

Cerita Anak - Cerpen untuk anak-anak

  S i Putri Istimewa Karya: Mauidhotul Husniyah   Pagi itu jendela kembali terbuka, sinar matahari masuk pelan-pelan ke dalam kastil . Burung kutilang menyanyi seperti hari sebelumnya. Legi, si gadis mungil yang tinggal di sebuah kastil megah milik ayahnya, sedang asik bermain bersama temannya. Ibu dan ayah Legi  bekerja di pasar, menjual buah-buahan hasil perkebunan. Di sebelah kanan kastil, ada perkebunan yang sangat luas, banyak pohon-pohon buah, ada jeruk, ada apel, sirsak, dan yang paling Legi sukai adalah buah sawo. Buah berwarna cokelat dengan aroma manis yang menyengat. Bulan ini, usia Legi genap sembilan tahun. Legi memang tidak sekolah, karena Legi dianggap terlalu istimewa. Legi sangat cantik, kulitnya halus dan sehat, rambutnya berkilau, badannya kuat, karena sering lari-lari di perkebunan bersama Ozi. Hampir setiap hari, Legi bermain bersama boneka buatannya sendiri, bentuknya memang agak aneh, tapi sangat lucu bagi Legi. Namanya Ozi. Boneka itu, selalu dibawanya kemana-ma

Cerpen Remaja - Cerpen kisah Santri

Kopi Kang Santri Oleh: Mauidhotul Husniyah Suara riuh tapi syahdu itu terdengar hingga tempatku melamun. Suara sholawat dengan musik banjari yang berasal dari pondok sebelah, santri putra membuatku hanyut. Di bawah rindang pohon ini, aku melabuhkan raga untuk sejenak merenung akan semua hal yang telah terjadi.   Jarak labuhanku dengan santri putra, hanya sekitar 35 meter. Aku tak bermaksud untuk mengintip, atau sekedar bertegur sapa dengan mereka. Hanya ingin menenangkan diri. “ya ustad, saya setor hafalan juz 4 saja hari ini, maaf saya tertidur semalam” tutur halus dari seorang santri putra hafidh Qur’an. “tak apa, anta sudah hafalan banyak kemarin” jawab sang ustad dengan senyum mengembang. Disekeliling mereka pun, sangat ramai dengan para santri lain yang sedang setor, atau lalaran (mengulang kembali hafalan yang telah dihafal). Dibalik tembok lain, santri putri sedang sibuk mengahafal pula. Ada segurat wajah yang risau disana. Ia sudah hafidzah sejak lama. Semenjak